I Do. I Found Them.
July 2012, That's when it all began.
Ada satu gathering di suatu Mall atas nama suatu fandom. Bukan fandom primer gue sebenernya, tapi tahun itu girlband ini sangat berjasa buat gue. Sulit gue bayangkan kalau waktu itu, gw ga tahu T-ara mungkin gue ga akan tahu mereka.
![]() |
| fandom yang menyatukan kita,, *ceileeeeee~ |
Kalian tahu, kadang meskipun kita berteman lama dengan seseorang tapi tetap tidak mengenali mereka. Gue baru ketemu dengan mereka sekali dan minggu depan kita bertemu lagi, dan rasanya ada rindu dan excitement tiap kali kita bertemu. Orang-orang yang sama, bahasan yang tidak jauh berbeda tapi excitement itu terus ada. Seperti "Falling in love again and again everytime I see their face."
Terdengar lebay? Well, itu yang gue rasakan. You don't need to approve it to be true.
Dengan mereka semua topik bisa muncul dan menjadi obrolan panas seperti air yang bergolak kemudian tenang setelah tombol kompor dimatikan. Ketenangan hanya terjadi jika mulut kita dipenuhi makanan dan sibuk mengunyah. Karena mulut hanya satu. :)
Bahasan dari mulai hal sederhana, pengalaman pahit, konsep masa depan, permasalahan pribadi, komplikasi cinta, sampai kehidupan yang lebih kompleks. Kita mungkin bertemu atas nama T-ara dan Queens tapi obrolan tidak hanya berkisar dinamika grup tersebut; kita tumbuh, mendekat dan meluas. Kita menjadi satu.
Tiap ada acara Kpop selalu ada suatu agenda kecil dimana kita akan melakukan sesuatu bersama-sama, seakan meluangkan waktu untuk mencari tahu satu sama lain. Pernah karaoke, makan-makan atau sekedar duduk bersama menonton dan mengomentari sesuatu. Selalu ada yang kurang jika ada salah seorang diantara kita yang tidak hadir, tapi kemudian kita memakluminya; kita tumbuh dan dihadapkan dengan pilihan dan prioritas bicara bahwa hal tersebut tidak bisa kita tinggalkan. Selalu ada perasaan ingin berkumpul dan takut akan ketinggalan sesuatu jika ada agenda dimana kita absen, tapi mau apa lagi. Kita tidak bisa berada di dua tempat yang sama secara bersamaan.
[Oke kita mulai ke tingkat yang lebih serius]
Pertemanan kita ini setahun saja belum, tapi gue seolah merasa telah tumbuh besar bersama mereka. Kita berasal dari background yang berbeda, jurusan yang tidak sama, rumah yang berjauhan (bahkan ada yang dari pulau seberang), latar budaya yang berbeda, dan bahkan fandom awal kita berkumpul bukan satu-satunya fandom yang kita ikuti. Somehow, entah mengapa hal-hal yang berbeda dan berjauhan itu tidak memberikan jarak tapi justru alasan untuk terus mengenal satu sama lain tanpa merasa bosan. Karakter yang berbeda itu justru seperti potongan puzzle yang berbeda tapi saling melengkapi. Ada yang sudah bekerja, jadi entepreneur sederhana, masih kuliah, terjebak di semester akhir (eheum~), baru mulai kehidupan kampus. Ada yang jadi anak kosan, anak mama, tukang maen, artis lokal, newbie, pengelana, si galau, jomblo bahagia. Tapi semua perbedaan itu membuat selalu ada yang bisa ditanyakan dan dibicarakan.
Seperti planet/satelit kecil yang dulu punya orbit masing-masing dalam berevolusi, saat kita bertemu, seakan orbit kami menyatu dan kami berputar-putar di lingkaran yang sama tanpa kami bisa melawan. Terjadi begitu saja.
Helplessly unconciously inevitably we're getting together and bound in a circle of friendship.
Dari buku Madre karya Dee (hal 82):
"Dalam kasusku dan Darma (baca: kalian). Pertemanan ini tercipta bukan oleh banyaknya persamaan, melainkan tak terhitungnya perbedaan. Kami bertengkar, berargumen, saling mencela dan saling tidak mengerti, tapi KAMI TIDAK MEMILIH PERGI DAN MENCARI TEMAN LAIN."
Hal diatas bukan berarti lingkaran kami eksklusif dan tertutup. Orang bebas datang dan pergi, tapi sekalinya kau berkumpul dengan kami, akan ada slot baru di daftar absensi menunggu untuk diisi sewaktu-waktu kau memutuskan kembali dengan kami. Orang baru boleh datang, justru kami senang karena lingkaran ini terus bertambah, orbit yang melebar dengan adanya satelit baru yang ikut berputar dengan irama kami.
Dinamika pertemenan ada bersama kami, ada saatnya kami bertengkar karena argumen kecil, bete karena komentar pedas, slek karena salah paham, agak menjauh karena kesibukan, tapi ada sesuatu yang membuat kami menghangat jika kami sudah have fun bersama. Seperti ada tombol refresh yang sewaktu-waktu ditekan dan semua diulang, meskipun history yang ada tidak bisa direset tapi itu cukup. Cukup buat ku.
![]() |
| maaf ngeblur, yang penting memorinya ga ikut ngeblur, :) |
Ada saat dimana gue pengen nangis, dan sebelum airmata jatuh sudah ada tangan menenangadah di bawah daguku, peluk yang merengkuh kesedihan dan belaian lembut yang seakan berkata 'everything will be alright'. Ada saat dimana aku tidak enak badan dan mereka mengucap "GWS Chae, minum obat dan istirahat." bahkan sebelum aku bisa mendiagnosis sakit apa itu, tangan yang mau meremas jari ini untuk menyakinkan gw ga sendiri, atau sekedar pundak biar gue bisa nyender.
Rasanya bersama mereka seperti terdampar, lost di tempat yang baru tapi tidak membuatmu kesepian.
Gue selalu berdoa untuk mereka sehabis shalat, meski kami berbeda agama tapi Tuhan itu sama.
Doa sederhana agar Tuhan menjaga kami bersama, mengikat kami dalam ketidakterikatan, menjaga kebersamaan walau kami sedang terpisah, selalu menunjukkan jalan untuk pulang sewaktu-waktu kami tersesat, selalu menjadikan kami cahaya lilin bagi satu sama lain, dan supaya membuat kami rela untuk begini selamanya.
Gue selalu berdoa bahwa pertemuan ini bukan semacam lelucon dari Tuhan,
bahwa ini memang ditakdirkan, bukan sesuatu yang Tuhan tiba-tiba ambil karena sedang bercanda, Tapi jikapun ini adalah lelucon dari Tuhan, semoga kami bisa tetap tertawa bersama-sama...
Bandung,
Di pagi yang mendung penuh rindu untuk kalian semua yang ga bisa disebut namanya satu-satu,
Chae...

